Amankah Mengkonsumsi Obat Tanpa Resep Dokter?

Amankah Mengkonsumsi Obat Tanpa Resep Dokter?

Amankah Mengkonsumsi Obat Tanpa Resep Dokter?

Tidak banyak dari kita yang senantiasa pergi ke dokter ketika badan kita sedang tidak sehat atau sakit. Biasanya kalau sakitnya masih ringan, banyak dari kita yang langsung membeli saja obatnya sendiri yang biasa ada di warung atau apotek, tanpa pergi ke dokter terlebih dahulu untuk diperiksakan kondisinya dan diberikan resep obatnya.

Baca Juga : Obat Kulit Belang

Obat tanpa resep dokter atau obat bebas memang bisa dibeli secara bebas di apotek atau bahkan di warung-warung. Umumnya obat tersebut dikonsumsi untuk mengatasi gejala ringan yang dianggap tidak membutuhkan konsultasi kepada dokter, seperti halnya sakit kepala, flu, atau batuk yang ringan. Banyak orang yang sering langsung menggunakan obat warung tanpa mencari tahu terlebih dahulu penyebab sakit yang dideritanya dengan memeriksakan diri ke dokter. Padahal dengan mengonsumsi obat-obatan tersebut, bisa saja membahayakan kesehatan jika tidak dikonsumsi dengan dosis yang tepat dan bisa berbahaya juga jika dikonsumsi dalam jangka panjang.

Yang Perlu Diperhatikan Jika Ingin Mengkonsumsi Obat

Mengkonsumsi obat tanpa resep dari dokter memang cukup beresiko bagi kesehatan. Apalagi jika obat yang dikonsumsi adalah obat warung atau obat yang belum jelas aman atau tidaknya. Oleh karena itu, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketikan ingin mengkonsumsi obat, diantaranya adalah :

  • Baca aturan pakai.
  • Sesuaikan dosis dengan yang dianjurkan pada label obat.
  • Kenali perbedaan serta patuhi takaran yang tertulis pada label obat, seperti, 1 sendok makan, 1 sendok teh, satu tablet/pil, atau milimeter. Takaran-takaran tersebut jelas berbeda. Jadi jangan dianggap sama. Dan hindari juga menebak-nebak dengan menggunakan takaran lain.
  • Perhatikan jenis obat dan dosis untuk kelompok usia yang berbeda-beda. Jangan anggap sepele antara dosis anak dan dewasa atau jenis obat untuk anak dan dewasa, karena bisa beresiko buruk terhadap kesehatan. Terutama untuk ibu hamil, dosis dan jenis obatnya biasanya sangat perlu untuk diperhatikan, karena menyangkut keselamatan janin dalam kandungannya juga.

Baca Juga : Cara Bijak Mengatasi Insomnia

Bahaya Konsumsi Obat Berlebihan

  • Hepatotoksik, yaitu rusaknya ginjal akibat bahan kimia yang terkandung dalam obat-obatan.
  • Sistem pencernaan teriritasi, sehingga bisa menyebabkan sakit perut, mual, muntah dan diare.
  • Perubahan tekanan darah, suhu tubuh, detak jantung, dan denyut nadi.
  • Nyeri dada serta sesak napas akibat gangguan pada paru-paru dan jantung.
  • Kulit jadi kering dan panas, atau sebaliknya, lembap dan dingin.
  • Muntah darah dan BAB berdarah.
  • Koma.
  • Meninggal dunia.

Baca Juga : Obat Kulit Belang

Perhatikan Kontraindikasi Obat

Kontraindikasi obat adalah kondisi atau faktor yang melarang anda untuk mengonsumsi obat tertentu. Sebagai contoh, kontraindikasi parasetamol adalah jantung. Itu berarti penderita jantung disarankan agar tidak mengonsumsi parasetamol. Kontraindikasi ini biasanya meliputi :

  • Pengidap penyakit tertentu atau masalah kesehatan lainnya.
  • Anak-anak.
  • Lansia atau orang lanjut usia.
  • Ibu hamil dan ibu menyusui.
  • Orang yang alergi pada obat tertentu.
  • Orang yang mengonsumsi obat dengan resep dokter.

Baca Juga : Manfaat Pemasangan Kawat Gigi

Suka Artikel Ini?? Ayo Bagikan Ke Teman Anda...!!!
Share on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInShare on VKDigg thisShare on StumbleUponShare on TumblrShare on FacebookShare on Reddit

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *