Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Benarkah Depresi Bisa Menyebabkan Gangguan Pada Kulit?

Benarkah Depresi Bisa Menyebabkan Gangguan Pada Kulit?

Benarkah Depresi Bisa Menyebabkan Gangguan Pada Kulit?

Pernahkah anda mendengar bahwa seseorang bisa mengalami gangguan kulit akibat depresi atau stres? Lalu Benarkah Depresi Bisa Menyebabkan Gangguan Pada Kulit? Nah berikut ini bisa kita lihat pembahasanya.

Benarkah Depresi Bisa Menyebabkan Gangguan Pada Kulit?

Kulit merupakan organ terbesar dari tubuh manusia yang berfungsi melindungi tubuh dari paparan sinar matahari serta zat berbahaya lainnya. Tak hanya itu, kulit adalah cermin kondisi tubuh kita. Ada pepatah yang mengatakan, jika bahagia maka seseorang akan terlihat awet muda. Dan pepatah itu bukanlah omong kosong. Pasalnya, kulit yang sehat akan terpancar dari tubuh yang sehat juga. Dan depresi atau stres bisa menyebabkan gangguan pada kulit.

Baca Juga : Cara Menghilangkan Kulit Berbintik Yang Mengganggu Penampilan

Lalu gangguan kulit seperti apa yang terjadi akibat depresi?

Mengalami penuaan dini

Orang yang stres akan tampak lebih tua dari usianya. Hal ini terbukti dari berbagai penelitian yang menyebutkan bahwa depresi dan stres dapat meningkatkan risiko penuaan dini. Depresi lama-kelamaan akan merusak struktur DNA yang akhirnya menyebabkan lapisan kulit menjadi rusak. Hormon kortisol yang dilepaskan tubuh ketika depresi juga dapat merusak kolagen dan elastin dalam kulit. Padahal, keduanya berperan dalam menjadikan kulit tetap kenyal dan kencang.

Jerawat dan kulit berminyak

Depresi atau stres dapat memicu produksi hormon kortisol yang kemudian akan memicu produksi minyak pada kulit. Kulit berminyak berisiko mengalami lebih banyak masalah kulit, seperti jerawat. Depresi juga mengakibatkan ketidak-seimbangan antara bakteri baik dan jahat di kulit. Akibatnya timbullah infeksi kulit dan yang tersering jerawat lagi-lagi merupakan kondisi yang paling sering muncul.

Mengalami psoriasis

Psoriasis adalah kondisi kulit yang memerah dan bersisik. Pada kasus psoriasis yang kronik, kulit dapat menebal dan sangat mengganggu penampilan. Konon salah satu pemicu penyakit ini adalah depresi. Sehingga psoriasis sering kali kambuh seiring dengan kondisi psikologis si penderita.

Baca Juga : Cara Menjaga Kesehatan Kulit Menurut Ahli Kulit

Kulit kering

Hormon kortisol yang meningkat ketika depresi akan merusak tingkat kelembapan di kulit anda. Akibatnya, kulit yang kering akan terlihat kusam dan mudah mengalami penuaan dini.

Eksim

Eksim adalah gangguan kulit yang paling sering dialami setiap orang, mulai dari usia muda hingga lanjut. Penyebab munculnya eksim hingga saat ini memang tidak dapat dipastikan. Namun berbagai faktor, seperti alergi dan depresi, diduga turut memicu timbulnya penyakit ini. Walau penyakit ini tidak berbahaya, namun cukup memengaruhi kualitas hidup seseorang. Keluhan gatal yang paling sering dianggap sebagai gangguan saat seseorang dengan eksim beraktivitas sehari-hari. Selain itu, orang dengan gangguan eksim juga pada umumnya mengalami penurunan kepercayaan diri.

Penyembuhan luka lebih lama

Stres mengubah sistem pertahanan kulit. Akibatnya ketika terjadi luka, proses penyembuhan luka pun menjadi lebih lama dari biasanya.

Baca Juga : Hindari Mata Lelah Agar Aktivitas Tidak Terganggu

Lalu bagaimana cara mencegahnya?

Untuk mencegah gangguan kulit akibat depresi, anda dapat melakukan beberapa cara sederhana seperti yang akan kita bagikan di bawah ini, di antaranya :

  • Tidur cukup, minimal 7-9 jam setiap harinya.
  • Hindari kebiasaan begadang.
  • Konsumsi banyak air putih minimal dua liter per hari.
  • Hindari konsumsi alkohol dan merokok.
  • Banyak makan sayur dan buah.
  • Rutin olahraga.
  • Hindari stres dengan melakukan kegiatan yang anda sukai.
  • Rehat sejenak dari pekerjaan dan aktivitas, sempatkan waktu untuk berlibur.

Benarkah Depresi Bisa Menyebabkan Gangguan Pada Kulit? Depresi memang bisa menyebabkan berbagai gangguan pada kulit. Dan jika depresi berlanjut, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Baca Juga : Benarkah Ukuran Payudara dan Pinggul Bisa Mengukur Kesuburan Wanita?

Posted by : Admin OBAT KULIT BELANG

Suka Artikel Ini?? Ayo Bagikan Ke Teman Anda...!!!
Share on Google+
Google+
Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on LinkedIn
Linkedin
Share on VK
VK
Digg this
Digg
Share on StumbleUpon
StumbleUpon
Share on Tumblr
Tumblr
Share on Facebook
Facebook
Share on Reddit
Reddit

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *